Penyebab Kanker Colon

Penyebab Kanker Colon

Banyak hal yang bisa menjadi faktor penyebab dari kanker colon, namun yang jelas seseorang tidak akan bisa terkena kanker colon dari orang lain yang menderita kanker colon (tidak menular).

Faktor-faktor utama yang bisa menyebabkan kanker colon adalah sering mengkonsumsi makanan yang berlemak tinggi, memiliki riwayat keluarga yang pernah terkena kanker colon, adanya polip-polip pada usus besar, hingga chronic ulcerative colitis (borok kronis) yang menyebabkan radang usus besar.

Berikut ini adalah penyebab-penyebab dari kanker colon, diantaranya :

  • Diet

Seseorang yang sedang menjalani program diet tinggi lemak dipercaya memiliki resiko kanker kolokteral. Negara-negara yang memiliki populasi yang sering mengkonsumsi lemak memiliki jumlah penderita kanker yang lebih banyak jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang jarang mengkonsumsi makanan yang berlemak.

Diyakini bahwa produk-produk penguraian (pemecahan) dari metabolisme lemak mengarah pada karsinogen atau pembentukan kimia-kimia yang bisa menyebabkan kanker.

Untuk mengurangi resiko kanker dengan cara membersihkan usus dari zat karsinogen ini anda bisa menjalankan program diet dengan pilihan makanan yang tinggi serat ataupun makanan yang terdiri dari sayur-sayuran dan buah-buahan.

 

Polip-Polip Usus Besar dan Kanker Usus Besar

Dunia medis meyakini bahwa kanker colon berkembang di polip-polip usus besar. Maka dari itu untuk mencegah kanker kolorektal bisa dilakukan dengan mengangkat polip-polip usus besar yang jinak.

Adanya kerusakan kromosom pada sel-sel lapisan dalam dari usus besar bisa mengakibatkan berkembangnya polip-polip usus besar.

Setiap orangtua mewariskan kromosom-kromosom mengandung informasi genetik. Pada umumnya pertumbuhan sel-sel diatur oleh kromosom-kromosom yang sehat.

Pertumbuhan sel bisa menjadi tidak terkendali jika kromosom-kromosom mengalami kerusakan yang bisa mengakibatkan massa-massa dari jaringan-jaringan ekstra (polip-polip).

Pada dasarnya polip-polip usus besar bersifat jinak. Namun polip-polip usus besar yang bersifat jinak ini bisa menjadi kanker jika mendapat tambahan kerusakan kromosom.

 

Radang Borok Usus Besar dan Kanker Usus Besar

Ulcerative colitis atau radang borok usus besar yang bersifat kronis bisa menyebabkan peradangan lapisan dalam usus besar.

Kanker usus besar sendiri merupakan suatu komplikasi yang berasal dari radang borok usus besar yang bersifat kronis. Resiko mulai timbul setelah 8 hingga 10 tahun dari radang usus besar (kolitis).

Seorang pasien yang menderita radang borok usus besar juga sering dikaitkan dengan lokasi dan perluasan dari kanker usus besar.

Perkiraan-perkiraan sekarang dari kejadian kumulatif pada kanker usus besar yang berkaitan dengan ulcerative colitis adalah untuk 10 tahun sebesar 2,5%, untuk 30 tahun sebesar 7,6%, dan untuk 50 tahun sebesar 10,8%.

Seorang pasien yang memiliki resiko tinggi untuk terkena kanker adalah seseorang yang memiliki riwayat keluarga yang pernah terkena kanker usus besar, keterlibatan usus besar yang meluas, mereka dengan PSC (primary sclerosing cholangitis), dan suatu kolitis yang berlangsung lama.

Jika ditemukan pada suatu stadium awal kanker yang berkaitan dengan ulcerative colitis ini akan membuahkan hasil yang lebih baik.

Jika ditemukan indikasi bahwa penyakit telah meluas setelah 8 tahun maka direkomendasikan untuk melakukan melakukan pemeriksaan usus besar yang rutin dalam setiap tahun.

Pemeriksaan akan dilakukan dengan pengambilan sample dari jaringan bisa diambil melalui biopsi untuk mencari perubahan-perubahan sebelum bersifat kanker pada sel-sel pelapis dari usus besar.

Pengangkatan usus besar mungkin dibutuhkan jika perubahan-perubahan sebelum bersifat kanker ditemukan untuk mencegah kanker usus besar.

 

Genetik-Genetik dari Kanker Usus Besar

Riwayat keluarga atau hubungan genetis seseorang juga bisa menjadi suatu faktor resiko kanker usus besar.

Diantara saudara-saudara tingkat satu dari pasien-pasien kanker usus besar, risiko sepanjang umur dari mengembangkan kanker usus besar adalah 18% (suatu peningkatan tiga kali dari populasi umum di Amerika).

Meskipun sejarah kanker usus besar keluarga adalah suatu faktor risiko yang penting namun 80% (mayoritas) dari penderita kanker-kanker usus besar lebih sering terjadi pada pasien-pasien yang tidak memiliki riwayat keluarga yang pernah terkena kanker usus besar.

Seseorang yang mempunyai riwayat keluarga yang pernah terkena kanker usus besar memiliki resiko sebesar 20% untuk terkena kanker usus besar.

Sedangkan seseorang yang mempunyai warisan sindrom-sindrom kanker usus besar memiliki resiko sebesar 5% untuk terkena kanker usus besar.

Sindrom-sindrom kanker usus besar yang diwariskan pada keturunannya adalah  kekacauan-kekacauan dimana anggota-anggota keluarga yang dipengaruhi telah mewariskan kerusakan-kerusakan genetik yang menyebabkan kanker dari satu atau kedua orangtua.

Kromosom-kromosom yang mengalami kerusakan dan kromosom-kromosom mengandung informasi genetik bisa menyebabkan kerusakan-kerusakan genetik yang mengarah pada pembentukan polip-polip usus besar yang bisa mengakibatkan kanker usus besar.

Kromosom-kromosom yang mengalami kerusakan hanya bisa ditemukan pada polip-polip dan kanker-kanker yang berkembang dari sel tersebut.

Namun pada sindrom-sindrom kanker usus besar yang diwariskan, kerusakan-kerusakan kromosom diwariskan pada waktu kelahiran dan hadir di setiap sel tubuh.

Pasien-pasien yang telah mewariskan gen-gen sindrom kanker usus besar yang diwariskan berada pada resiko yang lebih besar untuk terkena dari polip-polip usus besar, biasanya pada umur-umur yang muda, dan berada pada tingkat resiko yang tinggi untuk terkena kanker usus besar pada awal hidupnya, atau bisa juga berada pada resiko terkena kanker pada organ-organ lainnya.

 

Familial adenomatous polyposis (FAP)

Familial adenomatous polyposis (FAP) merupakan suatu sindrom kanker usus besar yang diwariskan dimana anggota-anggota keluarga yang dipengaruhi akan terkena dengan jumlah yang tidak terhitung (bisa ratusan atau ribuan) dari polip-polip usus besar sejak masih berusia belasan tahun.

Kecuali kondisinya terdeteksi dan mendapatkan perawatan sejak dini maka seseorang yang dipengaruhi oleh sidrom polip keluarga adalah hampir dipastikan akan terkena kanker usus besar dari polip-polip ini.

Usia 40 tahun ke atas merupakan usia yang sangat rentan untuk terkena kanker. Pasien-pasien ini juga memiliki resiko untuk terkena jenis kanker yang lain seperti kanker-kanker pada kelenjar tiroid, perut, dan ampulla (bagian dimana saluran empedu mengalir kedalam usus dua belas jari atau duodenum tepat dibelakang perut).

 

Attenuated familial adenomatous polyposis (AFAP)

Attenuated familial adenomatous polyposis (AFAP) merupakan suatu versi sindrom yang lebih ringan dari Familial adenomatous polyposis. Anggota keluarga yang terkena kanker usus besar akan memiliki resiko yang lebih sedikit untuk terkena dari 100 polip-polip usus besar.

Walaupun demikian mereka tetap memiliki resiko yang sangat tinggi untuk terkena kanker usus besar pada umur-umur muda. Selain itu mereka juga memiliki resiko mempunyai polip-polip lambung dan polip-polip duodenum (usus dua belas jari).

 

Hereditary nonpolyposis colon cancer (HNPCC)

Hereditary nonpolyposis colon cancer (HNPCC) merupakan suatu sindrom kanker usus besar warisan dimana anggota-anggota keluarga yang dipengaruhinya bisa terkena polip-polip dan kanker-kanker usus besar, biasanya menyerang usus besar kanan, pada seseorang yang berusia sekitar 30 tahun hingga 40 tahun.

Pasien-pasien Hereditary nonpolyposis colon cancer tertentu juga memiliki resiko untuk terkena kanker uterus (uterine cancer), kanker ovarium (kanker indung telur), kanker perut, dan kanker-kanker ureters (tabung-tabung yang menghubungkan ginjal-ginjal ke kandung kemih), dan saluran empedu (saluran-saluran yang mengalirkan empedu dari hati ke usus).

 

MYH polyposis syndrome

MYH polyposis syndrome merupakan suatu sindrom kanker usus besar warisan yang akhir-akhir ini ditemukan. Anggota-anggota yang dipengaruhi secara khas akan terkena 10-100 polip-polip yang terjadi pada usia sekitar 40 tahunan dan memiliki resiko yang tinggi untuk terkena kanker usus.

 

Selain itu masih ada faktor-faktor lain yang bisa menyebabkan seseorang terkena kanker colon, diantaranya :

  • Seseorang yang berusia 50 tahun ke atas
  • Sering mengalami kontak dengan gelombang elektromagnetik atau zat-zat kimia tertentu, misalnya toksin, logam berat dan ototoksin
  • Pola makan yang tidak sehat. Misalnya jarang mengkonsumsi makanan yang tinggi serat seperti sayur-sayuran atau buah-buahan dan terlalu sering mengkonsumsi makanan yang terdiri dari lemak, daging atau junk food
  • Mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung zat besi. Misalnya daging kambing, pigmen empedu, daging sapi, atau bisa juga melalui transfusi darah.
  • Terlalu sering mengkonsumsi makanan yang mengandung asam linol (asam lemak omega-6) dan lemak jenuh
  • Sering mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol. Alkohol bisa mengalami perubahan di dalam usus yaitu menjadi asetilaldehida yang bisa meningkatkan resiko kanker colon
  • Mengalami kelebihan berat badan (obesitas)
  • Terlalu banyak menghabiskan waktunya dengan duduk. Misalnya para sopir kendaraan umum, pegawai kantor, ataupun para eksekutif.
  • Memiliki riwayat keluarga yang pernah terkena kanker colon
  • Jarang berolahraga atau memiliki gaya hidup yang tidak sehat
  • Memiliki penyakit diabetes
  • Mempunyai kebiasaan merokok
  • Saluran pencernaan mengalami peradangan
  • Mempunyai kelainan genetik
  • Sebelumnya pernah menderita penyakit yang sama namun akhirnya berhasil  sembuh.
  • Memiliki masalah pada kanker usus
  • Makan makanan rendah serat dan tinggi lemak
  • Sebelumnya pernah melakukan terapi radiasi untuk menyembuhkan kanker

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>